Garuda Wisnu Kencana

Garuda Wisnu Kencana

Garuda Wisnu Kencana adalah tempat wisata Bali yang sangat terkenal yang populer di kalangan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Garuda Wisnu Kencana adalah taman budaya yang luasnya kurang lebih 60 hektar dengan patung Garuda sebagai icon objek utama yang pembangunannya hampir rampung dan menjadikan Patung GWK adalah patung terbesar terbesar di dunia mengalahkan besarnya patung Liberty.

Patung GWK setinggi 121 meter telah diresmikan, Sabtu, 22 September 2018. Patung yang berlokasi di Desa ungasan, Kuta selatan, Badung, Bali itu diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. Maha karya seniman patung nasional I Nyoman Nuarta dengan total anggaran sekitar Rp 450 miliar itu telah rampung dibangun pada 4 Agustus 2018, dengan ditandai pengelasan bagian terakhir dari 754 lempeng tembaga-perunggu-nya pada hari itu. Jumlah bahan seluruhnya mencapai sekitar 25 ribu meter persegi tembaga atau hampir 3.000 ton.

Patung yang memiliki bentang sayap garuda sepanjang 65 meter itu kini menjadi ikon baru yang merepresentasikan Budaya Indonesia. Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Monumen GWK dalam kondisi belum rampung saja sudah dikunjungi tidak kurang dari dua juta wisatawan setiap tahun atau sekitar 3.000 orang lebih per/hari. Apalagi setelah rampung dan diresmikan saat ini, tentunya akan lebih mampu menyedot perhatian wisatawan.

Sejarah Garuda Wisnu Kencana

Pembangunan tempat wisata di Bali GWK, di prakarsai oleh Yayasan Garuda Wisnu Kencana pada tahun 1992. Pembangunan GWK Bali dengan tujuan menjadikan tempat wisata GWK Bali Landmark dari tempat wisata budaya yang terkenal ke mancanegara. Salah satu pendiri dari Yayasan Garuda Wisnu Kencana adalah I Nyoman Nuarta yang juga konseptor dan arsitek GWK

Untuk mendapatkan lokasi yang cocok untuk sebuah proyek besar seperti pembangunan Garuda Wisnu Kencana, bukanlah tugas yang mudah. Yayasan Garuda Wisnu Kencana setelah menyelesaikan konsep dari proyek, memerlukan waktu dua tahun untuk mendapatkan lokasi untuk patung GWK yang sempurna. Sebelum adanya pembangunan dari GKW Bali, lokasi yang berada di bukit Ungasan ini, digunakan sebagai tempat penambangan batu kapur.

Yayasan Garuda Wisnu Kencana menunjuk I Nyoman Nuarta sebagai pematung utama dalam proyek GWK Bali, karena I Nyoman Nuarta merupakan salah satu pematung modern terbaik Indonesia. Pada tahun 2013, manajemen kepemilikan dari Gwk Bali di ambil alih oleh PT Alam Sutera Realty Indonesia, salah satu perusahaan pengembang property di Indonesia.

Dengan berjalannya waktu, tempat wisata di Bali GWK berkembang menjadi sebuah tempat pameran budaya, acara dan atraksi hiburan. Serta menjadi forum informasi dan komunikasi untuk budaya lokal, budaya nasional, budaya regional bahkan budaya internasional.

Pertunjukan Tarian Kecak Di Gwk

Setiap sore Anda bisa menonton tari Kecak  di Amphitheatre secara gratis saat pukul 18.30 s/d 19.30 WITA. Tarian di sini sangat unik karena dikolaborasikan dengan tarian daerah lainnya. Sementara untuk tempat outdoor untuk mengadakan acara tingkat menengah adalah Tirta Agung yang di mana tempat ini terdapat patung Tangan Wisnu.

Harga Tiket Masuk

Nah, tentunya setiap obyek wisata memiliki tiket sebelum masuk ke tempat tersebut. Tidak terlepas pula di Garuda Wisnu Kencana. Harga yang di patok pun bervariasi, sesuai hari kerja dan usia. Selain itu, Harga tiket masuk di GWK ini dibagi dua jenis, yaitu tiket week-day dan tiket week-end.

Berikut beberapa daftar harga yang perlu kamu ketahui sebelum berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana.

  • Untuk hari senin sampai jumat, dengan kategori dewasa akan dikenakan biaya sebesar Rp. 80.000 per orang.
  • Senin sampai jumat dengan kategori anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun, akan dikenakan biaya sebesar Rp. 70.000 per orang.
  • Untuk week-end hari sabtu dan minggu, orang dewasa akan dikenakan biaya Rp. 90.000 per orang dan anak anak sebesar Rp. 80.000 per orang untuk usia 5 sampai 12 tahun.